Kota Bekasi, Matabidik.com- Pemerintah Kota Bekasi berencana memperluas layanan angkutan umum massal sebagai respons atas laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut biaya transportasi di Kota Bekasi tertinggi se-Indonesia.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyebut keterbatasan akses transportasi umum menjadi salah satu penyebab tingginya pengeluaran masyarakat. Ia menegaskan pentingnya penguatan layanan angkutan massal yang terjangkau dan efisien.
“Harus ada upaya untuk menyediakan fasilitas angkutan umum yang lebih terjangkau,” ujar Tri Adhianto di Plaza Pemkot Bekasi
Tri menjelaskan, Pemerintah Kota telah membentuk Perusahaan Daerah Mitra Patriot (PDMP) untuk menjalankan layanan transportasi massal.
Saat ini, PDMP baru mengoperasikan satu koridor dari Vida ke Summarecon.
Salah satunya adalah koridor dari Kota Harapan Indah menuju terminal, yang akan terhubung dengan sejumlah stasiun LRT.
Tri berharap perluasan layanan ini dapat mengurangi beban biaya transportasi masyarakat dan mengatasi kemacetan di Kota Bekasi.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi Multimoda Kementerian Perhubungan mencatat pengeluaran transportasi warga Bekasi mencapai Rp1.918.142 per orang per bulan.
Angka ini menjadi yang tertinggi di Indonesia, bahkan melebihi Jakarta dengan rata-rata Rp1.590.000.
Dirjen Integrasi Transportasi Multimoda Kemenhub, Risal Wasal mengatakan, faktor utama yang menyebabkan tingginya biaya transportasi di Bekasi adalah tingginya penggunaan kendaraan pribadi, kurangnya integrasi transportasi umum, serta jarak tempuh yang jauh antara tempat tinggal dan lokasi kerja, terutama bagi para komuter Bekasi–Jakarta. (Red)
Advetorial






