MB,SEJARAH — Ada kontroversial akan asal-usul yang beragam Suku Pakpak Dairi menjadi topik yang menarik dengan berbagai teori dan cerita yang beredar. , yang juga dikenal sebagai Batak Pakpak. Memang secara umum, mereka dianggap sebagai salah satu sub-etnis Batak yang berasal dari Sumatera Utara. Namun, terdapat juga cerita yang menyebutkan bahwa leluhur mereka berasal dari India Selatan, terdampar di Barus, dan kemudian menetap di Tanah Dairi.

Penelitian ilmiah tentang Suku Pakpak telah dilakukan oleh Mrs Yuni Chairani pada tahun 2018, seorang sosiolog dari Universitas Medan Sumater Utara (https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/29053)
. Penelitan tersebut bertujuan untuk mengetahui:
- Sejarah Asal-usul suku Pakpak menurut mitologi atau cerita rakyat Pakpak.
- Mengapa asal-usul suku Pakpak masih menjadi kontroversi.
- Identitas suku Pakpak masuk kedalam sub etnik Batak atau bukan.
- Sejarah asal-usul suku Pakpak dari versi suku Batak Toba.
- Bagaimana sejarah asal-usul suku Pakpak menurut penelitian arkeologi dan penelitian ilmiah lain.
Untuk memperoleh data-data yang diperlukan, peneliti menggunakan metode penelitian lapangan, dengan teknik wawancara kepada tokoh masyarakat, penduduk setempat dan dokumentasi pengambilan foto dan studi kepustakaan dengan mengambil jurnal, buku, serta surat kabar. Kemudian teknik analisa data adalah dengan mengumpulkan, mengelompokkan hasil data, menganalisis dan menuangkan kedalam pembahasan dengan metode penelitian deskriptif kualitatif.

Dari hasil penelitian yang dilakukan dan informasi yang diberikan informan diketahuilah bahwa sejarah asal-usul suku Pakpak menurut mitologi atau cerita rakyat Pakpak berasal dari seberang laut Nusantara yaitu dari India. Hal itu dibuktikan dengan adanya peninggalan-peninggalan sejarah berupa benda-benda dan kebudayaan yang masih mirip dengan budaya India.
Sedangkan apabila menurut suku Batak Toba nenek moyang suku Pakpak berasal dari keturunan si Raja Batak yang berasal dari Pusuk Buhit. Hal ini dibuktikan dengan adanya Tarombo atau silsilah marga yang menunjukkan beberapa marga di suku Pakpak berasal dari keturunan si Raja Batak. Kemudian menurut penelitian yang dilakukan oleh para ahli membuktikan bahwa bukan hanya suku Pakpak melainkan semua suku yang tergolong ke dalam sub etnik Batak berasal dari campuran beberapa bangsa seperti Negrito, Austronesia, Austroasiatik dan bangsa Tamil dari India selatan.
Penyebab sejarah asal-usul suku Pakpak ini sendiri masih menjadi kontroversi karena tidak adanya sumber atau peninggalan tertulis pada suku Pakpak sendiri yang mengakibatkan mudahnya suku lain yang memiliki kepentingan sendiri untuk mengklaim status identitas suku Pakpak. Dari semua hal tersebut, suku Pakpak sendiri adalah suku yang masuk ke dalam sub etnik suku Batak. Sebab kata Batak dipergunakan sebagai kata pemersatu untuk kelompok-kelompok suku seperti Karo, Toba, Simalungun, Mandailing, Pakpak, dan Angkola.

Kesimpulan Penelitian:
- Sejarah asal-usul suku Pakpak menurut mitologi masyarakat suku Pakpak sendiri berasal dari seberang laut Nusantara pada saat itu. Lebih tepatnya berasal dari India. Diperkirakan nenek moyang suku Pakpak yang berasal dari India tersebut berangkat melalui jalur laut dan mendarat di kota Barus yang pada saat itu menjadi pusat perdagangan Internasional.
- Penyebab sejarah asal-usul suku Pakpak itu sendiri masih menjadi kontroversi karena dulunya nenek moyang suku Pakpak masih belum mengenal tulisan.
- Identitas suku Pakpak sendiri yang selama ini masih dipertanyakan yaitu masuk ke delam sub etnik suku Batak atau bukan menurut penelitian ini masuk ke dalam sub etnik suku Batak.
- Sejarah asal-usul suku Pakpak menurut atau versi masyarakat Suku Toba mengatakan bahwa suku Pakpak sebagian adalah merupakan keturunan si Raja Batak.
- Berdasarkan penelitian ilmiah secara arkeologi maupun secara analisis ilmiah tentang sejarah persebaran suku-suku Bangsa yang dilakukan para ahli menyatakan bahwa baik suku Pakpak maupun suku-suku lain seperti suku Batak Toba berasal dari bangsa pendatang yang melakukan migrasi.
Saran dari hasil penelitian tersebut adalah:
- Untuk tempat penelitian penulis khususnya Kabupaten Pakpak Bharat harapannya tidak lagi adanya pertikaian politik yang sampai membawa marga sehingga berimbas kepada sulitnya peneliti-peneliti yang lain untuk mengurus kelengkapan dalam administrasi.
- Untuk generasi-generasi muda suku Pakpak yang disampaikan beberapa informan untuk setidaknya memberikan perhatian yang lebih terhadap suku dan tanah leluhurnya sendiri agar dapat meningkatkan kualitas dan tidak tertinggal dengan daerah serta suku-suku yang lain.
- Untuk masyarakat suku Pakpak sendiri agar selanjutnya lebih berani untuk menyampaikan pendapat-pendapatnya ke publik terkhusus dalam menyampaikan sejarah suku Pakpak itu sendiri. Agar kedepannya suku-suku lain tidak dengan mudahnya mengklaim tentang status identitas suku Pakpak. (Redaksi)










